Penggunaan Tanda Baca yang Benar Menurut EYD Bahasa Indonesia


Penggunaan Tanda Baca yang Benar Menurut EYDDalam pelajaran Bahasa Indonesia, EYD merupakan tata bahasa. EYD kepanjangannya adalah Ejaan Yang Disempurnakan. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, menulis yang baik dan benar adalah menulis dengan pedoman sesuai EYD. Sehingga akan menghasilkan karya tulis yang sempurna, misalnya karya tulis ilmiah.

penggunaan tanda baca yang benar menurut eyd

Ada banyak pedoman penulisan EYD, salah satunya adalah "penggunaan tanda baca yang benar". Dalam artikel Modul Pendidikan ini, yang akan menjadi materi pertama EYD adalah dari segi penggunaan tanda baca.

Penggunaan Tanda Baca Menurut EYD


Ada banyak tanda baca yang kita ketahui dalam penulisan. Yang sering kita jumpai adalah tanda baca di dalam keyboard (baik untuk pc / hp). Beberapa diantaranya meliputi tanda baca titik, koma, titik koma, titik dua, strip, tanya, seru dan masih banyak lagi tanda baca lainnya.

Untuk penggunaan tanda baca - tanda baca tersebut, yang benar menurut EYD adalah sebagai berikut.

A. Penggunaan Tanda Baca Titik (.)


1. Yang umum kita ketahui, tanda titik adalah tanda untuk mengakhiri suatu kalimat. Dan kalimat tersebut tentunya bukan kalimat pertanyaan atau kalimat seruan.

Contohnya seperti ini :

  • Aku seorang Mahasiswa Universitas Terbuka.

  • Ayahku pergi ke kantor.

Selain itu, tanda baca titik digunakan untuk akhir kalimat sudah terdapat unsur tanda titik.

Misalnya seperti ini, "Universitas Terbuka." Jadi tidak digunakan seperti ini, "Universitas Terbuka.".

Untuk mengakhiri kalimat penggunaan tanda titik, tidak digunakan jumlah tanda titik lebih dari satu atau tanda titik yang sudah terdapat unsur tanda titik tersebut.

2. Yang kedua, tanda titik sering digunakan tepat di belakang angka ataupun huruf dalam suatu bagan, daftar atau ikhtisar.

Contohnya seperti ini (perhatikan tanda titik dibelakang angka atau huruf)

A. Penggunaan tanda baca titik

  1. Mengakhiri suatu kaliamat

  2. Digunakan di belakang angka/huruf dalam bagan, daftar atau ikhtisar

Dan ada juga penulisan seperti di bawah ini yang benar.

1.1 Patokan

1.2 Isi

Jadi di belakang angka terakhir sudah tidak menggunakan tanda baca titik.

3. Dalam suatu waktu, terdapat jam, menit dan detik. Nah, tanda baca titik juga berperan sebagai pemisah angka jam, menit dan detik. Contoh : 16.28.1 (jam 6 lebih 28 menit 1 detik)

4. Tanda titik juga digunakan pada daftar pustaka. Perhataikan daftar pustaka berikut terutama pada penempatan tanda baca titiknya.

Andika, Dwi. (2017). Menjadi Blogger yang Sukses. Modul Pendidikan.

5. Tanda baca titik juga digunakan sebagai kelipatan setiap ribuan pada angka. Contohnya seperti ini : 40.000 ribu jiwa meninggal dalam sebuah bencana alam.

6. Penggunaan tanda baca titik juga berlaku digunakan sebagai singkatan. Perhatikan contoh di bawah :

  1. M. Dwi Andika ("M." kepanjangannya adalah Muhammad)

  2. Yth. Bapak/Ibu ("Yth." Yang terhormat)

B. Penggunaan Tanda Baca Koma (,)


1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat yang mengandung unsur pemiaraan / perincian.

Contohnya :

  1. Andika merupakan anak yang pandai, pintar dan cerdas.

  2. Alat sekolah yang dibawa adalah pensil, buku catatan dan penggaris.

2. Pada kalimat majemuk setara, tanda baca koma digunakan sebagai pemisah induk kalimat dan anak kalimat yang di awali seperti kata tetapi, kecuali, melainkan dan sedangkan.

Contohnya :

  1. Ini bukan pacar saya, melainkan pacar teman saya.

  2. Aku akan membelikan permen, tetapi kamu harus ikut.

3. Tanda baca koma juga digunakan sebagai pemisah anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.

Contohnya : Kalau ada wifi, aku bisa internetan gratis.

Nah, jika anak kalimat tidak mendahului induk kalimat, maka tidak diperlukan tanda baca koma sebagai pemisah.

Contohnya : aku bisa internetan gratis kalau ada wifi.

4. Tanda baca koma digunakan jika ada kata ungkapan di awal kalimat yang bukan awal paragraf (konjungsi antar kalimat). Seperti namun, jadi, dengan demikian, oleh karena itu dan lain-lain.

Contoh : Dengan demikian, semuanya bisa bahagia.

5. Sebagai pemisah kalimat yang mengandung kata seruan dan sapaan di awal kalimat tanya. Serta juga kalau ada tanda petikan langsung dalam kalimat tersebut.

Contoh :

  1. Wow, kamu hebat!

  2. Neng, kapan siap nikah sama Abang?

  3. Kata Abang, "Neng cantik sekali."

Jika ada kalimat dengan tanda petikan langsung di awal kalimat dan disertai tanda seru atau tanya, maka tidak dibutuhkan tanda koma lagi. Contoh : "Kamu hebat!" kata mas ganteng.

6. Sebagai pemisah nama alamat (baik provinsi, kota, negara, desa, dll) pada penulisan alamat.

Contoh : Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.

7. Tanda koma juga digunakan pada penulisan daftar pustaka, lihat contoh daftar pustaka di atas tadi.

8. Penggunaan tanda baca koma pada catatak kaki. Silahkan pelajari bab mengenai catatan kaki dan perhatikan tanda komanya.

9. Sebagai pemisah nama dengan gelar yang dimilikinya. Contoh : Dwi Andika, Spd.

10. Sebagai penggapit yang dalam tengah kalimat terdapat keterangan tambahan.

Contoh :

  1. Anak itu, Dwi Andika, sekarang makin ganteng.

  2. Pelajar Universitas Terbuka, semua semester, besok April mulai masuk.

11. Sebagai pemisah angka desimal atau dengan pecahannya.

Contoh : 5,5 cm

C. Penggunaan Tanda Baca Titik Koma (;)


1. Sebagai pemisah kalimat setara di dalam kalimat di dalam kalimat majemuk setara.

Contohya : Adik menulis cerpen; Ibu belanja di pasar.

2. Untuk mengakiri kalimat pernyataan yang berupa frasa.

Contoh :

Persyaratan penerimaan menjadi TNI adalah sebagai berikut:

  1. Sehat jasmani dan rohani;

  2. Memiliki fisik yang bagus;

  3. Kewarganegaraan Indonesia.

D. Penggunaan Tanda Baca Titik Dua (:)


1. Digunakan sebagai pengakhir kalimat yang masih mempunyai kalimat pemerian.

Contoh : Kami berwisata ke Blitar : Pantai Gondomayit, Pantai Tambakrejo dan Makam Ir. Soekarno.

2. Digunakan pada suatu kata yang memerlukan pemerian.

Contoh :

Nama : Dwi Andika

Kelas : A

Alamat : Nganjuk

3. Tanda baca titik dua juga digunakan pada naskah drama atau dialog.

Contoh :

Ahmad : "Kemana Dwi?"

Andika : "Dwi pulang sebentar."

4. Digunakan pada daftar pustaka pada nama kota dan penerbit. Dan juga digunakan pada bab atau ayat, serta nomor halaman.

Contoh :

Surah Yasin : 20

E. Penggunaan Tanda Baca Hubung (-)


1. Tanda baca penghubung atau biasa disebut tanda strip, biasa digunakan untuk menyambung kata yang terpotong karena baris tidak cukup.

Contoh :

Pada suatu hari, ada se-

ekor kelinci.

2. Digunakan sebagai penghubung kata berulang dalam kalimat.

Contoh : Jalan-jalan, anak-anak, tolong-menolong, dll.

3. Sebagai penghubung tanggal dan kalimat yang dieja.

Contoh : 15-08-1997, p-i-n-t-a-r

4. Sebagai pemerjelas kata atau hubungan bagian.

Contoh : Ber-evolusi, lima-puluh ribuan.

Perbedaan, lima-puluh ribuan (50 x 1.000) dan lima-puluh-ribuan (1 x 50.000).

5. Penghubung rangkain kata se- (dengan kata), ke- (angka) dan (angka)-an.

Contoh : Se-Nganjuk, HUT Nganjuk ke-7, anak 90-an.

F. Penggunaan Tanda Baca Pisah ( - )


Hampir sama dengan tanda hubung, penulisan tanda baca pisah agak panjang dan memiliki spasi antar kata pada kalimat terkait (jika pengetikan) atau dua tanda hubung tanpa spasi.

1. Sebagai pemisah waktu atau tempat yang mengandung arti sampai.

Contoh : Konser diadakan tanggal 15 - 20 Maret 2017, Nganjuk--Surabaya.

2. Untuk memperjelas kalimat utama.

Contoh : Kemerdekaan itu - hak setiap bangsa - harus dipertahankan.

G. Penggunaan Tanda Baca Tanya (?)


1. Tanda tanya merupakan tanda yang digunakan pada akhir kalimat pertanyaan atau kalimat yang memerlukana jawaban langsung.

Contoh : Siapa namamu?, apa kamu punya pacar?, dll.

2. Tanda tanya juga digunakan pada kalimat yang belum pasti akan kebenarannya.

Contoh : Anak itu berumur 18 tahun (?).

H. Penggunaan Tanda Baca Seru (!)


1. Tanda seru biasa digunakan sebagai pengakhir kalimat perintah atau seruan yang menggambarkan emosi atau kesungguhan.

Contoh : Merdeka!, Pulang Sekarang!

I. Penggunaan Tanda Baca Elipsis (...)


1. Digunakan dalam kalimat yang terputus-putus yang menunjukan dalam kalimat tersebut ada bagian yang dihiangkan.

Contoh : Uang yang kita punya ... masih kurang.

Untuk penggunaan tanda elipsis di awali dengan spasi dan juga di akhiri spasi.

J. Penggunaan Tanda Baca Petik (" ")


1. Sebagai ungkapan atau kutipan langsung pada suatu kalimat.

Contoh : "Ayo kita nikah," kata pacarku.

2. Dalam suatu puisi, karangan atau buku, tanda petik digunakan untuk menunjukan judul.

Contoh : Saya sedang membaca "Penggunaan Tanda Baca Menurut EYD".

3. Digunakan untuk menandai kata asing atau khusus yang memiliki arti pada suatu kalimat.

Contoh : Karena terdapat monster dalam tubuhnya, ia disebut "Jhincuriki".

K. Penggunaan Tanda Baca Petik Tunggal (' ')


1. Digunakan untuk menggapit kalimat dalam petikan lain.

Contoh : "Aku akan memanggilmu 'bro', lalu keluarlah", kata dia.

2. Untuk menunjukan makna ungkapan.

Contoh : 'paling' pintar.

3. Digunakan untuk kata asing atau makna asing.

Contoh : Beautiful 'cantik'.

L. Penggunaan Tanda Baca Kurung ( () )


1. Digunakan untuk memberi tambahan keterangan atau penjelasan kata dalam suatu kalimat.

Contoh :

Indonesia memiliki SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah.

Di Tanjunganom (salah satu kecamatan di Nganjuk) ada tragedi pembunuhan berantai.

Cari bagian gambar yang hilang (lihat gambar no 2) pada gambar tersebut.

2. Digunakan untuk kata yang sebenarnya dihilangkan.

Contoh : Blogger keren itu berasal dari (kota) Nganjuk.

3. Tanda kurung juga digunakan untuk angka yang mengawali kalimat perincian.

Contoh : Agar menjadi Blogger sukses kita harus (1) niat, (2) tekun, (3) berdoa.

Contoh lain :

1) Niat

2) Tekun

3) Berdoa

M. Penggunaan Tanda Baca Kurung Siku ([])


1. Digunakan untuk menggapit kata atau huruf dalam kalimat sebagai koreksi kesalahan atau kekurangan pada naskah aslinya.

Contoh : Ia memberikan bunga [kepada] kekasihnya.

2. Digunakan sebagai pemerjelas kalimat dalam tanda kurung.

Contoh : Suatu dampak negatif yang diberikan HP (dampak positif telah dijelaskan di BAB I [llihat halaman 3]) telah menyebar luas di kehidupan.

N. Penggunaan Tanda Baca Garis Miring (/)


1. Penggunaan tanda baca garis miring, biasa sering kita jumpai sebagai kata pengganti atau, tiap dan ataupun.

Contohnya : Leptop/komputer, /jam, dan lain-lain.

2. Digunakan juga sebagai penanda nomor pada surat serta alamat surat.

Contoh : 2/RPL/2015

O. Penggunaan Tanda Baca Apostrof (')


1. Tanda baca apostrof atau tanda penyingkat pada kata atau angka, contoh penggunaan tanda bacanya adalah sebagai berikut :

  1. Dia 'kan anakku (dia bukan anakku)

  2. Kiriman 'lah tiba (kiriman telah tiba)

  3. 15 Agustus '97


Demikianlah artikel materi "penggunaan tanda baca menurut eyd", apabila ada materi yang salah atau kurang jelas dalam penyampaian publikasi, mohon dimaafkan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian semua.

Mau tahu cara dapat uang dari Internet?

0 Response to "Penggunaan Tanda Baca yang Benar Menurut EYD Bahasa Indonesia"

Post a Comment