Hakikat Pendidikan di Sekolah Dasar

Hakikat Pendidikan di Sekolah Dasar - Sebagai guru SD atau calon guru SD, memahami hakikat pendidikan di sekolah dasar penting untuk kamu kuasai. Pasalnya, hakikat pendidikan di sekolah dasar ini mengajak para guru atau calon guru untuk mengkaji konsep supaya kamu mampu memahami dan mendapat wawasan mengenai pendidikan di SD.

hakikat pendidikan di sekolah dasar

Dalam materi "hakikat pendidikan di sekolah dasar" akan meliputi empat materi kegiatan belajar, yaitu mengenai definisi pendidikan, tujuan pendidikan di SD, fungsi, serta prinsip-prinsip pendidikan di SD.

Definisi Pendidikan


Apa yang kamu ketahui tentang pendidikan, cobalah memberi pengertian sendiri arti atau definisi pendidikan berdasarkan yang kamu ketahui.

Berdasarkan studi kasus, banyak yang mengartikan pendidikan adalah proses mengubah anak dari tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa dan sebagainya. Namun sebelum kamu menyimpulkan kebenaran definisi tersebut, mari kita simak bagaimana definisi pendidikan menurut para ahli.

definisi pendidikan menurut para ahli

Setelah mengetahui definisi menurut para ahli yang beragam, kamu sebagai guru dalam keperluan aplikasi harus memiliki pegangan tertentu yang mantap tentang pendidikan, begitupula dengan pandangan perkembangan pendidikan hingga sekarang.

Guru pun dalam hal mendidik, pasti akan berhadapan dengan peserta didik atau individu yang mengalami perkembangan, dalam hal ini pendidikan juga bisa diambil dari sudut pandang sebagai proses membantu perkembanga peserta didik tersebut dari segi keseluruhan. Misalnya kepribadian, potensi dan menjadi makhluk sosial di lingkungannya.

Meskipun begitu, pendidikan juga bukan berarti memaksakan kehendak guru kepada setiap peserta didik, melainkan suatu upaya menciptakan situasi maupun kondisi yang kondusif untuk optimalisasi perkembangan peserta didik.

Pendidikan di SD juga dapat diberi definisi sebagai proses perkembangan perkembangan dari kemampuan yang paling mendasar dari setiap peserta didik, dimana peserta didik mampu belajar secara aktif karena adanya dorongan dari diri sendiri yang mampu memberikan kemudahan bagi perkembangannya secara optimal.

Selain itu pendidikan di SD bukan hanya membantu memberi bekal untuk bisa menghitung, membaca maupun menulis, melainkan dari membantu penyiapan terhadap peserta didik dari segi intelektual, sosial dan personalnya secara optimal. Dimana hal ini diterapkan supaya peserta didik mampu belajar secara aktif dan mengembangkan dirinya sendiri baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Tujuan Pendidikan di SD


Setelah rangkuman dari definisi pendidikan, selanjutnya pada bagian tujuan pendidikan yang Keterkaitan erat dengan definisi pendidikan di SD. Jika ditelaah, tujuan pendidikan nasional itu memiliki arah pada pengembangan peserta didik sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, warga dunia serta manusia ciptaan tuhan yang maha esa.

Sebagai pribadi 


Pengembangan peserta didik sebagai pribadi meliputi upaya :

1. Memperkuat iman dan taqwa peserta didik
2. Mengembangkan kebiasaan dan sikap yang baik dalam kehidupan
3. Membekali dengan keterampilan dan pengetahuan dasar 
4. Bagaimana memelihara kesehatan baik jasmani dan rohani
5. Membantu meningkatkan kemampuan dalam belajar
6. Membentuk pribadi peserta didik yang mandiri dan mantap

Sebagai anggota masyarakat


Sebagai anggota masyarakat, tujuan pendidikan meliputi :

1. Memperkuat kesadaran hidup bersama orang lain sebagai masyarakat
2. Menumbuhkan rasa dan jiwa tanggung jawab terhadap kehidupan sosial
3. Memberi bekal baik dari kemampuan dan keterampilan dalam berperan sebagai masyarakat

Sebagai warga negara


Sebagai warga negara, guru harus memberikan upaya terhadap peserta didik meliputi :

2. Menumbuhkan sikap dan jiwa tanggung jawab bela negara
3. Memberi bekal dan keterampilan yang diperlukan dalam peran warga negara sebagai hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sebagai manusia


1. Meningkatkan harga diri peserta didik sebagai umat manusia dai bangsa yang merdeka dan berdaulat
2. Upaya meningkatkan kesadaran peserta didik atas hak asasi manusia (HAM)
3. Memberi pengertian terhadap peserta didik atas pentingna ketertiban dunia
4. Meningkatkan kesadaran bagi peserta didik atas pentingnya persahabatan antar bangsa


Tujuan pendidikan nasional ini merupakan acuan dari tujuan pendidikan SD maupun tujuan dari satuan lembaga pendidikan lainnya. Kemudian dari tujuan pendidikan SD secara operasional adalah memberi kemampuan dasar kepada peserta didik seperti menghitung, menulis dan membaca serta memberi kemampuan maupu keterampilan yang bermanfaat bagi siswa peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangannya. Tak lepas dari itu, guru juga harus mempersiapkan bagaimana peserta didik akan mampu mengikuti ke jenjang berikutnya, yaitu pendidikan di SLTP (SMP/MTS).

Diuraikan secara terperinci, pendidikan di SD meliputi memberi bekal kepada peserta didik seperti membaca, menulis dan menghitung, memberi bekal kemampuan dan keterampilan dasar dan mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan di SLTP.

Fungsi Pendidikan di SD


Dari kegiatan belajar ketiga dalam Hakikat Pendidikan di SD, fungsi pendidikan di SD ini adalah :

1. Pembentukan dan pengembangan dasar kepribadian peserta didik


Dalam hal ini, sebagai guru pendidikan di SD harus menekankan pembetukan dasar terhadap pribadi peserta didik supaya menjadi individu yang utuh. Sekali lagi peserta didik (anak) bukanlah miniatur yang harus memaksakan menuruti kehendak guru (orang dewasa), namun pada setiap peserta didik (anak) membutuhkan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan tingkat usia dan kematangannya.

2. Menyampaikan sebagai warga masyarakat atau warga negara yang baik


Dalam hal ini, pendidikan di SD harus memberi pengetahuan sikap dan keterampilan dasar untuk peserta didik baik perannya sebagai warga masyarakat atau warga negara. Peserta didik pun harus belajar dan mendapat pengetahuan tentang hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Serta budi pekerti yang luhur, iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang perlu dimiliki peserta didik.

3. Transformasi budaya


Transformasi budaya adalah bagaimana sikap pendidikan mampu mempertahankan dan dapat mengubah nilai tertentu untuk perkembangan nilai baru yang lebih baik dan sesuai perkembangan masyarakat.

4. Fungsi transisional


Sejalan dengan tujuan pendidikan di SD tadi, fungsi transisional yang dijalankan menggantikan fungsi terminal ini mewajibkan untuk peserta didik (anak) wajib belajar pendidikan sembilan tahun. Dengan kata lain wajib belajar sampai ke jenjang SLTP. Nah dalam hal ini pendidik harus menyiapkan bekal kepada peserta didik untuk kejenjang berikutnya.


Fungsi pendidikan di SD ini tidak terlepas dari fungsi pendidikan dasar dan fungsi pendidikan secara umumnya. Sehingga dengan acuan tersebut, pendidikan anak di SD dapat terjabarkan dalam empat fungsi pendidikan anak di SD di atas.

Prinsip-prinsip Pendidikan di SD


Prinsip-prinsip pendidikan di SD ini sangat penting untuk kamu pahami sebagai seorang pendidik (Guru SD), dengan memahami prinsip-prinsip pendidikan di SD ini dapat menjadikan kamu sebagai pendidik yang sukses.

Prinsip-prinsip pendidikan ini dalam pembahasannya keterkaitan dengan aturan, hukum maupun kaidah bagaimana seharusnya menunjukan sikap terhadap pendidikan di SD.

Sesuai dengan perspektif di atas, peserta didik merupakan titik sentral dalam pendidikan. Sedangkan tidak bisa dipungkiri, di Indonesia peserta didik belum sepenuhnya menjadi titik sentral karena faktor kebudayaan dalam memperlakukan anak.

Tak lepas dari itu, Syidiman (2000) juga mengemukakan pendapatnya kalau inti kebdayaan dalam Era Indonesia Baru merupakan terwujudnya pendidikan yang menempatkan peserta didik (anak) sebagai titik sentral. Pasalnya sudah selama 32 tahun yang telah menjadi titik sentral adalah pemerintah dengan peraturannya. Sehingga hal tersebut untuk masa depan masih kurang tepat.

Dengan acuan kepada aspek, karakteristik dan prinsip perkembangan siswa SD, maka dikemukakan prinsip-prinsip pendidikan di SD yaitu sifat terpadu dengan perkembangan siswa harus menjadi proses pembelajaran di SD, baik itu perkembangan fisik, sosial, kognitif, moral amaupun emosional. Artinya dalam setiap pembelajaran harus dapat dicerna oleh peserta didik dan bahan ajar mapun tugas ajar dilakukan sejalan dengan karakteristik dari perkembangan siswa.

Dengan rangkuman pendapat yang disampaikan oleh Sunaryo Kartadinata (1996:68-71) prinsip pendidikan adalah (1) Guru SD harus peduli dan mampu memahami keseluruhan dari peserta didik (2) Kurikulum pembelajaran di SD bersifat terpadu.


Nah itulah materi pendidikan mengenai "hakikat pendidikan di sekolah dasar" yang dirangkum oleh Modul Pendidikan dari sumber modul Universitas Terbuka. Semoga dengan menyebarkan ilmu dengan niat baik dapat bermanfaat bagi seluruh penduduk di Indonesia.

Untuk mengetahui materi-materi pendidikan anak di SD yang akan di rangkum dalam Modul Pendidikan, silahkan lihat materinya pada tautan pendidikan anak di sd. - Modul Pendidikan

0 Response to "Hakikat Pendidikan di Sekolah Dasar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel