Teori Belajar Humanistik dengan Penjelasannya

Teori Belajar Humanistik  - Cara mengajar di sekolah kita ketahui dari zaman dulu sampai saat ini telah mengalami perubahan tentang cara mengajar. Cara mengajar yang dulunya guru berperan memberi pengetahuan sebanyak mungkin kepada peserta didik, kini sudah mulai berangsur ke cara belajar progresif, sekolah kerja, sampai sekolah yang menggunakan CBSA.

Hal ini disebabkan karena terjadi perubahan mengenai konsepsi pendidikan dan pengajaran. Hingga pada akhirnya, perubahan tersebut juga membawa perubahan tentang pengajaran di sekolah. Cara pengajaran yang dulu, yang membuat peserta didik bersifat pasif karena lebih menonjolkan peranan guru yang memberi materi sebanyak-banyaknya, kini sudah mulai beransur ke cara mengajar kurikulum baru yang membuat peserta didik (murid) supaya lebih aktif.

Mungkin, masih banyak guru yang beranggapan kalau pekerjaan mengajarnya tersebut seperti menuang air ke dalam botol. Hingga pada akhirnya guru tersebut tidak tahu menau tentang peserta didiknya. Padahal bisa kita ketahui, guru yang berhasil adalah guru yang menyadari tentang yang di ajarkan berhasil diterima oleh peserta didik dan membuatnya berkembang.

teori belajar humanistik

Lebih tepatnya, pekerjaan guru lebih bersifat psikologis. Oleh karena itu, guru harus mampu memahami setiap peserta didiknya. Nah,”teori belajar humanistik” ini merupakan salah satu pendekatan yang bisa diandalkan dan dikembangkan untuk cara mengajar dalam pendidikan.

Teori Belajar Humanistik


Teori belajar humanistik merupakan teori yang populer akhir-akhir ini. Teori ini di pelopori oleh Jurgen Habermas. Teori belajar humanistik merupakan teori yang proses belajarnya dimulai dan ditujukan untuk memanusiakan manusia. Oleh karena itu, ketimbang dengan bidang kajian psikologi belajar, teori belajar humanistik ini lebih cenderung ke kajian filsafat, kepribadian dan psikoterapi serta sifatnya yang lebih abstrak.

Teori belajar humanistik ini juga lebih banyak membicarakan tentang konsep pendidikan tentang membentuk manusia yang dicita-citakan dan juga proses belajar dalam bentuk yang ideal. Di dalam pelaksanaan teori belajar humanistik, Ausbel (Rene : 1996) tampak juga mengemukakan tentang pendekatan belajar. Pandangannya tentang meaningful learning (belajar bermakna), mengemukakakn kalau belajar merupakan asimilasi bermakna. Maksudnya, materi yang telah dipelajari, kemudian diasimilasikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.

Selain itu pendapat teori humanistik juga mengatakan kalau apapun teori belajar dapat dimanfaatkan, asalkan tujuannya adalah memanusiakan manusia. Seperti misalnya peserta didik yang dapat mencapai aktualisasi diri, pemaham diri dan realisasi diri dengan belajar secara optimal.

Sekian penjelasan tentang teori belajar humanistik, semoga bermanfaat. Baca juga artikel "tips belajar efektif dan efisien".

0 Response to "Teori Belajar Humanistik dengan Penjelasannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel