7 Perkembangan Intelektual Anak dalam Kesiapan Belajar Matematika di SD

Perkembangan Intelektual Anak – Untuk mengajarkan materi pelajaran pada setiap pendidikan anak di sekolah dasar, tentu tidak sembarang orang bisa melakukannya. Karena pada dasarnya, terdapat teknik maupun teori-teori tertentu, yang harus dikuasi oleh pengajar supaya anak didik dapat menerima pelajaran yang telah disampaikannya dengan baik. Oleh karena itu, adanya jurusan keguruan pada perguruan tinggi adalah tempat yang cocok untuk menguasai teknik atau teori-teori tersebut. Baik itu jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Anak Usia Dini, dan jurusan pendidikan guru lainnya pada fakultas pendidikan yang mempelajari teori maupun teknik kesiapan untuk mengajar.

Sehubungan dengan itu, pembelajaran matematika di sekolah dasar juga tidak bisa diterapkan asal mengajar saja. Seorang guru harus mengetahui kesiapan intelektual anak, kapan materi-materi tersebut akan diajarkan pada waktunya. Hal ini karena jelas, terdapat perbedaan pikiran untuk anak usia sekolah dasar dari jenjang kelas 1 sampai kelas 6 untuk siap menerima pelajaran yang diajarkan oleh guru.

perkembangan intelektual anak dalam kesiapan pembelajaran matematika di sd

Nah kali ini Modul Pendidikan membagikan tentang 7 kesiapan intelektual anak sesuai perkembangannya dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.

Perkembangan Intelektual Anak dalam Kesiapan Belajar Matematika di SD


1. Kekekalan bilangan (banyak)


kekekalan bilangan, perkembangan intelektual anak

Konsep kekekalan bilangan ini, umumnya sudah bisa dicapai oleh siswa usia sekitar 6 sampai 7 tahun atau setara dengan akan SD kelas 1 dan 2. Konsep kekekalan pada anak ini, dapat diketahui dengan memberikan pertanyaan tentang banyaknya jumlah pada suatu benda, kemudian merubah letak suatu benda yang jumlahnya masih sama tersebut. Misalnya dengan memberikan perubahan letak benda menjadi lebih renggang.

Apabila siswa dapat mengerti tentang jumlah yang sama dari letak pada suatu benda yang berubah/berbeda tersebut, maka bisa dikatakan anak tersebut sudah memahami konsep kekekalan bilangan.

2. Kekekalan materi (zat)


kekekalan materi, perkembangan intelektual anak

Pada umumnya konsep kekekalan materi akan di pahami oleh anak SD ketika berusia sekitar 7-8 tahun. Siswa dapat dikatakan memahami hukum kekekalan materi apabila mengetahui bahwa banyaknya air dalam gelas, ketika dipindahkan pada gelas yang yang berbeda atau lebih besar, banyaknya air itu tetap sama.

Pada perkembangan intelektual anak dalam kesiapan belajar ini sudah dapat membedakan antara bilangan ganjil dan bilangan genap. Namun, siswa akan mendapati kesukaran apabila menentukan bilangan genap prima, atau hasil bilangan ganjil positif yang habis dibagi tiga.

3. Kekekalan panjang


kekekalan panjang, perkembangan intelektual anak

Siswa dapat memahami konsep kekekalan panjang apabila dapat mengetahui dua utas panjang tali yang sama, ketika salah satunya dikerutkan dan satunya lagi tegang maka tali tersebut tetap memiliki ukuran panjang yang sama. Namun apabila siswa berpendapat ukuran tali yang tegang lebih panjang dari yang dikerutkan, maka anak tersebut akan memperoleh kesukaran ketika mempelajari konsep pengukuran (terutama pada panjang benda yang tidak lurus).

Nah usia siswa memahami konsep kekekalan panjang ini pada umumnya ketika sudah sekitar 8 – 9 tahun.

4. Kekekalan luas


kekekalan luas, perkembangan intelektual anak

Pada konsep ini, umumnya siswa baru memahami kekekalan luas ketika sudah berusia sekitar 8 – 9 tahun. Siswa bisa dikatakan telah memahami tahap kekekalan luas apabila mengerti kalau setengah dari luas daerah jajargenjang ABCD adalah luas daerah segitiga ABD atau BCD. Kemudian juga mengerti kalau luas persegi panjang PQRS adalah sama dengan luas persegi panjang ABCD.

5. Kekekalan berat


kekekalan berat, perkembangan intelektual anak

Siswa bisa dikatakan telah memahami kekekalan berat apabila sudah mengerti bahwa berat suatu benda akan tetap sama ketika tempat atau alat penimbangnya berbeda dan ketika bentuk benda tersebut telah diubah. Usia siswa sudah memahami kekekalan berat umunya ketika sudah sekitar 9 – 10 tahun.

6. Kekekalan isi


kekekalan isi, perkembangan intelektual anak

Usia siswa SD sekitar 14 – 15 tahun, umumnya sudah memahami kekekalan isi. Kadang-kadang siswa usia sekitar 11 – 14 tahun pun juga sudah memahami tahap konsep kekekalan isi ini. Misalnya sudah mengerti bahwa air pada sebuah gelas yang penuh, ketika dimasuki sebuah benda akan tetap sama isinya dengan yang masih dalam gelas dan yang tumpah.

7. Tingkat pemahaman


Konsep ini merupakan kesiapan intelektual anak di sekolah dasar yang terakhir. Meskipun sudah di kelas-kelas akhir, tingkat pemahaman siswa tetap terbatas. Siswa masih kesulitan untuk merumuskan definisi dari kata-katanya sendiri, dan belum bisa membuktikan dalil dengan baik. Namun, apabila siswa sudah dapat merumuskan definisi atau membuktikan dalil dengan baik, maka kemungkinan besar karena hafalan dan bukan pengertian.

Siswa pada kelas-kelas akhir ini umumnya mereka masih berpikir secara transitif (belum mampu membuat kesimpulan) dan masih kesulitan untuk berpikir secara induktif maupun deduktif.


~SELESAI~

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel